Melindungi kebersihan organ seksual perempuan memanglah sangat dibutuhkan. Banyak perempuan kesimpulannya memilah waxing, buat melindungi kebersihan organ itim mereka. Beberapa alasan bulu kemaluan tak boleh dicukur memang benar.

Tetapi, seseorang ginekolog menyebut mencukur bulu kemaluan dapat berdampak kurang baik buat perempuan. Bagi dokter. Jen Gunter, waxing ataupun mencukur bulu kemaluan bisa menimbulkan iritasi pada kulit.

Kala seseorang perempuan mencukur bulu kemaluan hingga hendak menimbulkan trauma mikroskopis pada kulit. Mungkin dapat memunculkan cedera, baret, peradangan serta kerontokan pada bulu kemaluan seorang.

Gunter meningkatkan, melenyapkan bulu kemaluan sesungguhnya bisa kurangi kenikmatan intim. Pasanya bulu kemaluan mempunyai guna, bisa jadi ialah penghalang mekanis serta proteksi untuk kulit.

“ Bulu kemaluan pula mempunyai kedudukan dalam guna intim sebab tiap rambut kemaluan menempel pada ujung saraf. Seperti itu sebabnya hendak memunculkan rasa sakit apabila menghilangkannya,” cerah Gunter, sebagaimana dikutip VT.

Walaupun seluruhnya natural, perawatan bulu kemaluan merupakan suatu kewajiban. Suatu riset dari University of California, San Francisco( UCSF), memandang para ilmuwan bertanya kepada lebih dari 3. 300 perempuan tentang kerutinan perawatan individu mereka. Untuk alasan bulu kemaluan tak boleh dicukur cukuplah masuk akal.

Hasil riset menciptakan kalau 83, 8 persen mengklaim wax, mencabut ataupun mencukur bulu kemaluan mereka. Sedangkan cuma 16, 2 pesen yang membiarkannya senantiasa utuh. Sebanyak 59 persen dari mereka melaporkan” kebersihan” jadi alibi utama buat mencabut bulu kemaluan mereka.

Riset ini menciptakan kalau 875 perempuan( 31, 5%), berkata mereka terencana melenyapkan bulu kemaluan mereka sebab mau membuat perlengkapan kelamin mereka lebih menarik. Perihal ini cocok dalam harian JAMA Dermatology yang ditulis para ilmuwan UCSF.

” Meningkatnya prevalensi pornografi yang menggambarkan perlengkapan kelamin, majalah terkenal serta tv merupakan pendorong utama tren mencukur bulu kemaluan di Amerika Serikat,” tulisnya.

Dalam riset yang sama, 21, 1 persen dari perempuan berkata alibi mereka buat mencukur bulu kemaluan sebab” preferensi pendamping” mereka. 55, 6 persen dari mereka sangat kerap buat melenyapkan bulu kemaluan saat sebelum berhubungan seks.

Tidak hanya itu sebanyak 45, 7 persen perempuan mencukur bulu kemaluan saat sebelum liburan, serta 40 persen saat sebelum” kunjungan kesehatan”. Tetapi demikian melenyapkan bulu kemaluan memanglah mempunyai sebagian khasiat.

Semacam yang dinyatakan di web website formal NHS, mencukur bulu kemaluan dapat menghindari kutu tubuh. Serangga kecil ini umumnya ditularkan dikala berhubungan seksual, serta suka hidup di bagian rambut badan yang agresif.

Dokter Gunter menawarkan sebagian anjuran buat para perempuan yang mau melenyapkan rambut kemaluan. Dia areaslot merekomendasikan memakai pisau cukur yang bersih bila bercukur, serta senantiasa mempersiapkan kulit dengan pas buat perkembangan bulu kemaluan.

“ Bila waxing, yakinkan praktisi pencabut rambut tidak mencelupkan tongkat kayu ke dalam wax, sebab ini bisa menyebarkan kuman di antara penderita,” tuntasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *